riuh runtuh bergejolak didalam hati ketika bulan Ramdhan yang dimana kita berpuasa dengan penuh ujian menahan lapar, dahaga, emosi dan hawa nafsu, kini sedikit berbeda. ada salah satu yang ikut turut serta menambah ujian di Ramdhan tahun ini, ujian itu bukan datang dari perut yang kosong, melainkan dari pemerintah kita sendiri. tidak di pungkiri sebagian masyarakat merasa gelisah terhadap berbagai kebijakan dan peristiwa yang melibatkan para pemegang kekuasaan akhir-akhir ini. suasana ramdhan yang seharusnya menenangkan, bersuka ria, dan tempat berbagi kebahagiaan kini berubah karena deretan isu yang memunculkan tanda tanya yang sangat besar di lubuk hati yang paling dalam. beberapa isu yang muncul diantaranya adalah:
- ANGGOTA BRIMOB POLDA MALUKU DIDUGA NIAYA ANAK SMP SAMPAI TEWAShttps://www.cnnindonesia.com/nasional/20260220181449-12-1330152/anggota-brimob-polda-maluku-diduga-aniaya-siswa-di-tual-hingga-tewas. Ketika melihat ini pasti diksi yang cocok untuk suasana hati kita adalah "ketika pelindung justru diduga melukai" Institusi Polri selama ini dikenal sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Namun dugaan penganiayaan oleh oknum Brimob Polda Maluku terhadap seseorang pelajar "Aat" hingga tewas menjadi pukulan yang sangat berat bagi rasa keadilan publik. Di bulan yang mengajarkan kasih sayang dan pengendalian diri, kabar seperti ini terasa amat kontras. Aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru diduga terlibat dalam tindakan yang merenggut nyawa (udah kek malaikat izrail anjir). Proses hukum memang sudah selayaknya berjalan, tetapi luka kepercayaan akan terus membekas di lubuk hati yang paling dalam akan keburukan-keburukan aparat. kami pastinya juga membutugkan ketegasan dan transparansi atas proses hukum yang menjerat.
- Sahroni Comeback Jadi Pimpinan Komisi III DPR Usai Insiden "Orang Tolol" https://nasional.kompas.com/read/2026/02/20/07060941/sahroni-comeback-jadi-pimpinan-komisi-iii-dpr-usai-insiden-orang-tolol. Siapa yang tidak tahu ahmad syahroni? ya benar, sekarang nama itu kembali mencuat setelah diangkat lagi dalam posisi strategis di komisi III DPR, yang membidangi hukum dan keamanan. pasti teman-teman juga sangat bertanya-tanya tentang ini apalagi bidangnya "hukum dan keamanan, juga banyak muncul pro dan kontra ditengah isu ini. sangat kita ketahui bahwa Ramdhan mengajarkan kejujuran dab evaluasi diri. Dalanm konteks jabatan publik, rekam jejak dan kinerja juga menjadi hal yang penting. tidak dipungkiri bahwa publik juga berhak mengetahui alasan dibalim pengangkatan kembali tersebut. tanpa adanya transparansi penjelasan yang terbuka, keputusan politik justru dapat dengan mudah menimbulkan perspektif negatif.
- PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO MENUNJUK MAYJEN TNI (PURN) PRIHATI PUJOWASKITO SEBAGAI DIREKTUR UTAMA BPJS KESEHATAN. https://www.jawapos.com/nasional/017215328/presiden-prabowo-tunjuk-eks-dokter-tni-prihati-pujowaskito-sebagai-dirut-bpjs-kesehatan Presiden prabowo kini mengangkat Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, SpJP (K), FIHA, MMRS sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan. atas pengangkatan ini banyak sekali pro dan kontra diantaranya banyak netizen mengatakan "INI YANG DINAMAKAN 19 JUTA LAPANGAN KERJA KHUSUS UNTUK PENSIUNAN TNI - POLRI. PRESIDEN MENGANGGAP HANYA MILITER YANG BISA KERJA. YANG LAIN HANYA ANTEK2 ASING!" tidak dipungkiri juga presiden kita yang dulunya adalah mantan dari TNI yang menambah opini kontra akan berita tersebut. kita juga tahu bahwa kondisi sosial dan ekonomi kita sedang penuh tantangan salah satunya adalah krisis lapangan kerja yang dulunya dijanjikan akan ada 19 juta lapangan kerja oleh paslon yang menjadi presiden saat ini.
- Pigai Sebut Menolak MBG hingga Koperasi Merah Putih Berarti Menentang HAM Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/02/20/18194451/pigai-sebut-menolak-mbg-hingga-koperasi-merah-putih-berarti-menentang-ham. Di bulan yang mendorong refleksi dan muhasabah diri, suara kritik masyarakat harusnya didengar dengan kepala dingin oleh pemerintah. Namun di sela pemikiran tersebut muncul narasi "kritik terhadap kebijakan tertentu dianggap sebagai bentuk pelanggaran dan penentangan terhadap HAM. Hak asasi manusia sejatinya melindungin kebebasan berpendapat. jika kritik yang di sampaikan secara damai justru dibingkai sebagai ancaman, maka sama saja dengan menyudutkan ruang dialog menjadi sempit. perlu diingat juga Ramadhan bukan hanya soal menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga soal menahan diri dari sikap defensif terhadap masukan.
- Pemerintah Resmi akan Kirim Data Pribadi Rakyat Indonesia ke AS usai Deal Prabowo-Trump https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8364180/deal-prabowo-trump-data-konsumen-ri-bakal-mengalir-ke-as kabar lain yang menimbulkan kegelisahan adalah kabar mengenai kerja sama lintas negara salah satunya soal akses data pribadi rakyat indonesia. di era digital saat ini data adalah aset yang sangat setrategis. masyarakat wajar mempertanyakan sejauh mana data tersebut dibagikan dan bagaimana jaminan perlindungannya. padahal sudah pernah di singgung bahwa klausul transfer data pribadi lintas negara banyak dihujani kritik karena berpotensi melanggar regulasi Pelindungan Data Pribadi dan Konstitusi, perwakilan Istana menegaskan hal ini adalah “semacam strategi trade management." yaa, kita tahu bahwa hubungan international memang penting, terapi kedaulatan nasional harus tetap menjadi prioritas yang paling utama.
Ramadhan mengajarkan bahwa menahan diri bukan berarti diam terhadap ketidakadilan. menjaga lisan bukan berarti membungkam kritik. justru di bulan yang sangat amat penuh kebaikan didalamnya dan refleksi ini, para pemegang kekuasaan seharusnya lebih terbyka terhadap evaluasi dan masukan. ujian puasa memang bukan hanya tentang video mukbang dan godaan syahwat. ujian yang lebih berat adalah menjaga kepercayaan yang utuh. karena pada ahirnya, kekuasaan adalah amanah. dan amanah akan selalu di uji, apalagi di bulan yang penuh makna seperti Ramdhan ini.
Penulis: Dias Alfa Rizky

Mahes kerennnš„
BalasHapus